Yayasan Lentera Insan Depok : TB, TK, SD Islam, Klinik

Apa dan Bagaimana Rancangan Kurikulum Pendidikan 2013 (bagian 1) PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Ririn   
Senin, 28 Januari 2013 12:17

Pada awal tahun 2013 ini, dunia pendidikan nasional tengah harap-harap cemas dengan rencana pemberlakuan kurikulum baru. Berbagai pemberitaan di media, seakan memperbesar gaung kurikulum baru tersebut. Tapi, sebenarnya apa dan bagaimana rancangan kurikulum 2013 tersebut?

Penyusunan kurikulum pendidikan nasional yang baru itu diharapkan rampung pada Februari 2013 mendatang. Sebelum disahkan dan diaplikasikan, pemerintah akan melakukan uji publik terhadap rancangan kurikulum itu untuk memperoleh kritik dan masukan dari masyarakat.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan seperti dilansir dalam situs Kompas.com pada bulan September 2012 silam, dua tim sudah dibentuk dan sedang bekerja. ”Hasil kerja dua tim penyusun kurikulum akan diuji publik sebelum Februari 2013. Fase ini tak boleh dilupakan. Pastiakan ada perbedaan pendapat nanti,” ujarnya.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Kemdikbud Suyanto menambahkan, tim pertama bertugas menyusun kurikulum pendidikan dasar dan menengah. Adapun tim kedua bertugas menyusun kurikulum pendidikan tinggi. Anggota tim terdiri dari Kemdikbud, Badan Standar Nasional Pendidikan, dan tokoh-tokoh pendidikan.

Tim penyusun juga mengevaluasi kurikulum yang berlaku saat ini. Misalnya, soal banyaknya mata pelajaran yang harus dipelajari siswa, jam sekolah, hingga mencari penyebab mengapa sering terjadi tawuran siswa, rendahnya kemampuan siswa berbahasa asing, serta berbagai persoalan lain.Sampai saat ini, tim sedang membahas penentuan kompetensi lulusan siswa di setiap jenjang pendidikan.

Agar bisa menyelesaikan masalah yang dihadapi bangsa, kurikulum yang disusun pun harus sesuai dengan identitas Indonesia. Hal ini, kata Nuh, berarti kurikulum yang baru tidak akan berkiblat pada kurikulum negara tertentu. Meski begitu, tim penyusun kurikulum diminta mempelajari kurikulum negara lain, terutama anggota Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), antara lain Amerika Serikat, Jerman, Inggris, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Finlandia.

Desakan Masyarakat

Diakui oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), sebenarnya evaluasi dan perombakan kurikulum nasional sebenarnya berasal dari desakan masyarakat, akibat berbagai kondisi riil pada siswa seperti tawuran. Kurikulum pendidikan tahun 2006 yang kini dipakai dianggap sebagai salah satu penyebabnya.

Kurikulum pendidikan 2013 yang akan datang, dijanjikan Kemdikbud akan membuat proses pembelajaran lebih menyenangkan dengan menggunakan cara pembelajaran tematik, tanpa buku-buku yang rumit dan tidak dititk beratkan pada konten tertentu. Diakui, pendidikan nasional saat ini kerap kali membuat siswa merasa jenuh sehingga materi yang diajarkan tidak tertancap utuh dan mudah tergerus. Demikian diungkapkan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Bidang Pendidikan, Musliar Kasim.

Tak hanya itu, mantan Rektor Universitas Andalas ini menjelaskan, bahan ajar pendidikan ke depan juga akan lebih memanfaatkan situasi lingkungan. Dengan cara-cara tersebut, kompetensi yang diharapkan dapat segera tercapai."Kita harapkan tiga kompetensi sekaligus, yakni attitude, skill, dan knowledge," ujarnya.

Tak cukup sampai disitu, Kemdikbud juga mengatakan kurikulum pendidikan yang akan datang lebih memprioritaskan pendidikan karakter dan budaya asli Indonesia seperti budi pekerti, sopan santun yang mulai luntur. Kemendikbud, seperti diungkapkan oleh Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Budaya, Wiendu Nuryanti, mengungkapkan keprihatinan terhadap hal tersebut termasuk dari para generasi muda.

"Sekarang ini kami sedang mencari akar permasalahan ditinjau dari aspek pendidikan dan karakter. Makanya, sebagai langkah awal kita tengah melakukan pemetaan daerah rawan tawur pelajar untuk ditindaklanjuti dengan berbagai program karakter. DKI Jakarta sekarang ini baru dimulai program itu," kata Wiendu. *(bersambung)
 

Sumber tulisan: Kompas.com dan berbagai sumber

Sumber gambar: lensanindonesia.com

 

Daftar Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini473
mod_vvisit_counterKemarin927
mod_vvisit_counterMinggu ini4638
mod_vvisit_counterMinggu lalu5085
mod_vvisit_counterBulan ini15438
mod_vvisit_counterBulan Lalu53685
mod_vvisit_counterTotal pengunjung418837

Sedang Online..

Kami punya 28 tamu online
Banner